Your ad here

Recent Posts

Contributors

Hebat ! Printerous mendapat kucuran dana 1,4 Juta Dollar

Senin, 27 Februari 2017

Printerous, sebuah startup Indonesia yang membawa dunia percetakan negaranya ke era digital telah mendapatkan $1,4 juta dollar. Startup ini dipimpin Golden Gate Venture dengan partisipasi dari Sovereign’s Capital Amerika dan konglomerat Indonesia Gunung Sewu Kencana.

Perusahaan berumur 2 tahun tersebut memanfaatkan internet untuk membuat percetakan tradisional menjadi lebih efisien dan berkualitas baik. Printerous memulai usahanya dengan fokus menawarkan jasa pada pelanggan untuk mencetak foto yang sebagian besar diambil via smartphone. Tetapi akhir tahun lalu, usaha tersebut meningkat dengan pelanggan yang berasal dari dunia bisnis dengan kebutuhan untuk mencetak spanduk, kartu bisnis, selebaran, dan sebagainya.

Dalam wawancaranya, CEO Printerous sekaligus salah satu pendirinya, Kevin Osmond mengatakan pada TechCrunch bahwa bisnis jasa saat ini telah memiliki porsi hingga 70% dari pendapatan.
Osmond menjelaskan bahwa bisnis tersebut masuk dalam kategori marketplace sebab Printerous bekerja secara langsung mencetak pesanan pelanggan dan memanfaatkan jasa pengiriman untuk mengirimkan hasilnya pada pemesan dalam kurun waktu 24 jam.

 Saat ini Printerous beroperasi di Jakarta di mana mereka akan meningkatkan usahanya dengan bekerja sama dengan partner percetakan lain dan mendapatkan pelanggan baru. Printerous bermaksud meningkatkan jumlah partner-nya dari 50 ke 100 sebelum akhir tahun.

“Kami memiliki rencana untuk mengembangkan usaha di kota besar lain di Indonesia, tapi mungkin pada Q3 atau Q4,” katanya. “Kami perlu mengembangkan usaha yang lebih besar dulu di tempat asal kami, tetapi visi kami adalah Asia Tenggara.”

Printerous tidak sendiri dalam dunia digital printing tersebut. Gogoprint, sebuah perusahaan yang berbasis di Thailand, yang akhir tahun lalu sudah mengekspansi usahanya ke Malaysia dan Singapura, telah berencana ke Indonesia. Osmond menyambut baik kedatangan kompetitor regionalnya tersebut, mengatakan bahwa hal itu justru berdampak baik pada industri terkait.

“Mencetak secara online adalah hal yang sangat baru di Indonesia” 

“Kami tidak akan berkompetisi dengan mereka, sebab kompetitor utama kami adalah percetakan tradisional-offline yang masih sangat menguasai pasar. Kedatangan mereka adalah hal yang positif untuk memberikan edukasi mengenai percetakan online” ujar Osmond.

Bagaimanapun juga, masih ada banyak peluang di Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Osmond memperkirakan bahwa pasar percetakan (printing market) di negara tersebut bernilai $9,1 milyar dollar per tahun. Sedangkan ekonomi digital di Asia Tenggara akan meraih angka hingga $200 milyar per tahun di mulai pada 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar